Jumat, 10 Juli 2015

Catatan Harian Aku Ingin Hamil



18 Desember 2014
Mataku masih menatap berangsurnya gelap sore ini, mendengar rintikan hujan yang jatuh ke bumi. Angan kembali melayang pada sesosok yang penuh kelucuan.
Ah mungkinkah? Atau tepatnya kapan aku akan mendapatkannya? Hanya Allah yang Maha Tahu kapan aku mendapat kesempatan itu. Semburat jingga masih ada, di sana tetap kutanamkan harap suatu saat entah esok, lusa atau kapan waktunya aku akan menjadi IBU HAMIL. Ya Allah mohon ridhoi dan berkahi kehidupan kami. Amin
Ikhlas,
Aku masih belajar tentangnya. Bismillah aku yakin Allah memahami setiap kebutuhan masing-masing hambaNya. Allah tidak pernah mendzolimi seseorang hamba.
04 Januari 2015
Allah, aku masih haid hari ini, jika pertanyaannya apa aku ikhlas jika aku haid? Maka jawabannya adalah hamba bingung, hamba menangis betapa hati ini benar-benar gelap, bagaimana mungkin hamba memaksa untuk hamil saat ini jika Engkau yang Maha segalanya tidak menghendakinya. Allah jika dengan cara ini menjadi penghapus dosa-dosaku di masa lalu kuatkan dan jadikan aku hamba yang lulus dalam setiap ujian dari Mu. Untuk anakku jika sauatu saat nanti engkau terlahir bahwa ayah dan ibu telah melalui banyak hal, telah meneteskan air mata yang entah berapa banyak tetesnya. Semoga dengan cara ini Ayah dan Ibu bias menjadi orang Tua yang bijak dalam mendidikmu dan adik-adikmu. Dan engkau harus tau anakku bahwa setiap air hujan yang turun, dan setiap dahan yang jatuh dari rantingnya semua atas kuasa Allah, apalagi memperjodohkan kamu  dengan ayah dan Ibumu ini sudah pasti hanya kuasa Allah yang bisa memutuskannya. 
30 Januari 2015
Hidup memang keras Tuhan, atau itu karena hatiku yang keras? Dingin meski aku ingin hangat, menangis meski aku ingin tidak menangis. Mungkinkah aku begini karena aku belum hamil? Aku sakiiiitttttttt. Allah mohon obati aku.
31 JANUARI 2015
Sejauh mata ini memandang hanya gelap Tuhan, mohon tuntun aku, dekap aku. Aku lagi-lagi sakit, mungkinkah hatiku lebih kecil dibandingkan akuarium di depanku?bagaimana aku akan meluaskannya? Allah mohon hapus air mata kesedihan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari berdiskusi dengan hati